Depan Indeks Berita 31 WARGA REMBANG TERJANGKIT AIDS
31 WARGA REMBANG TERJANGKIT AIDS PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh rd , Jumat, 20 November 2009 11:11

Sekda Rembang H. Hamzah Fatoni SH, M.Kn selaku ketua komisi penanggulangan AIDS Kabupaten Rembang kepada wartawan mengatakan sejak tahun 2004 sampai dengan bulan agustus 2009 telah ditemukan 31 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Rembang. “15 orang diantaranya sudah meninggal,” demikian kata Hamzah Fatoni.

Sebagai langkah preventif Sekda Rembang telah meminta kepada PMI Kabupaten Rembang untuk men-screening kantong darah yang ada dan hasilnya sejak tahun 2004 sampai sekarang telah ditemukan sebanyak 66 kantong darah dinyatakan positif HIV. “Pada periode januari s/d juli 2009 berdasarkan laporan yang diterima dari 1.627 kantung darah yang dilakukan screening 9 kantung darah dinyatakan positif HIV,” tambah mantan kepala bappeda itu.

Menurut Hamzah dari 31 kasus HIV/AIDS paling banyak terjangkit virus HIV ini adalah kaum laki – laki sebanyak 18 orang. Sedangkan jika di breakdown berdasarkan pekerjaan, kasus HIV / AIDS paling banyak menimpa kelompok pekerja seks dan karyawan / wiraswasta masing – masing sebanyak 6 kasus (19,35%), pelaut dan sopir 5 orang (16.13%), tukang dan ibu rumah tangga masing – masing 5 kasus.

Lebih lanjut, Hamzah mengatakan dalam upaya menekan laju epidemic HIV / AIDS di Kabupaten Rembang telah dilaksanakan berbagai kegiatan yaitu; pengiriman tenaga medis dan paramedik Rumah Sakit dan Pelaksana Program PKK Rembang untuk mengikuti Pelatihan Testing dan Konseling Sukarela (VCT) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah. Melaksanakan Serro Survei dan penyuluhan pada beresiko tinggi (Wanita Pekerja Seks dan Narapidana) untuk mengetahui besarnya masalah penularan HIV pada kelompok beresiko. Melaksanakan Surveilens penderita HIV / AIDS dipuskesmas dan Rumah Sakit. Melakukan upaya perujukan penderita ke klinik VCT atau Rumah Sakit Rujukan, melakukan pendampingan perawatan ODHA, Ceramah klinik peñata laksanaan kasus HIV / AIDS bagi Dokter dan Paramedis Puskesmas dan Rumah Sakit, Sosialisasi kepada Bidan Desa, Kader, Guru dan Pelajar tentang pencegahan dan penanggulangan TB-HIV/AIDS yang bekerjasama dengan BP4 Pati.

“Untuk rencana ke depan kami akan meningkatkan sosialisasi pada anak remaja, masyarakat di daerah resiko tinggi, lintas sektoral kecamatan, memberi penyuluhan tentang pencegahan penularan HIV / AIDS dan Pemberian brosur atau leaflet kepada orang yang beresiko tinggi terhadap HIV / AIDS,” tambah Hamzah.